Rabu, 16 Maret 2011

StoryGrafi : Kisah Para Pengejar Ilmu Dari Desa Romang Tangaya

Share it Please

Kisah ini dimulai dari Dermaga tua yang rusak dantidak terpakai lagi, dimana anak-anak dari kampung Romang Tangaya yang mengejar ilmu dengan perjuangan yang sangat berat demi sebuah cita-cita yang kelak bisa dia banggakan untuk kedua orang tua mereka, Jumat (11/02/2011), Pukul 06.41 WIT.

Suasana Kampung Romang Tangaya Ketika Pagi Hari Dari Kampung Seberang (Desa Kajenjeng, Jumat (11/02/2011), Pukul 06.41 WIT.

Jumat (11/02/2011), Pukul 06.52 WIT, Beberapa anak desa Romang Tangaya Mulai berangkat ke sekolah di desa seberang, yaitu desa Kajenjeng, Dengan menggunanakan perahu kecil, yg biasa di pakai untuk menangkap ikan.

Pukul 06.54 WIT, Mereka sudah berada di tengah-tengah danau yang tentunya tidak aman buat mereka, Hermiawati (10), Siswa SD Inpres Kanjenjeng, mengayuh Perahunya terus menerus, agar segera tiba di sekolah dengan tepat waktu.
 
 
Pukul 06.56 WIT, semakin lama, Semakain banyak anak-anak dari Desa Romang Tangaya mulai juga mengayuh perahunya Dengan sebuah bambu untuk menjalankan perahu, Menuju sekolah SD Inpres Kajenjeng.

Pukul 06.58 WIT, Di perahu yg berbeda, mereka berjuang terus-menerus dengan menaguh perahu tersebut demi mengejar ilmu, buat bekal di masa depan, Dan ini mereka lakukan setiap harinya, karena fasilitas jalan menuju desanya tidak pernah ada, Mungkin pemerintah Bangga punya daerah yg terisolir oleh air ketika musim hujan tiba dan akan terkepung lumpur ketika musim kemarau datang, Sungguh pilihan yang penuh dengan perjuangan.

Jumat (11/02/2011), Pukul 07.23 WIT, Semakin Ramai oleh perahu-perahu anak-anak desa Romang Tangaya untuk ke sekolah.

Pukul 07.25 WIT, Mereka sudah hampir tiba, Tapi sayang, dermaga yg seharusnya di gunakan untuk menyandakan perahunya sudah rusak dan tidak pernah di perbaiki oleh pemerintah, Sungguh miris, Takkala pemerintah tidak kunjung juga membuat solusi dengan membangun jalan atau jembatan untuk desa yg konon sudah puluhan tahun seperti ini.
 
 
Pukul 07.28 WIT, Sungguh Sedih Melihat sebagian anak negeri ini tidak bisa merasakan nikmatnya kesekolah dengan kendaraan yang ber-AC dan cepat dan sebagian lagi ada yang menikmati kekayaan negeri ini, apakan mungkin pernah terbesit di benak anak-anak Desa Romang Tangaya bahwa pemimpin negeri mereka tidak adil terhadap mereka !!!

Pukul 07.31 WIT, walau mereka mendapat kesusahan dalam mengejar Ilmu, mereka tetaplah anak-anak yg selalu bermain dan ceria, walau letih mengayuh perahunya selama kurang lebih setengah jam.

Pukul 07.33 WIT, Ketika mau tiba di Desa kajenjeng, mereka terhalang lagi oleh tanaman Enceng Gondok dan membuat mereka haru menyingkirkan tanaman tersebut agarr perahu meraka bisa melintas.

Pukul 07.37 WIT Mereka pun tiba di Desa Kajenjeng dan bersiap-siap masuk kesekolah bersama-sama.

Pukul 07.41 WIT, Waktunya masuk ke sekolah dan belajar, seorang warga yg berumur 50 tahun mengatakan sejak kecil keadaan ini sudah seperti ini dan apa jadinya ketika Hermiawati yang berumur 1o tahun di 40 tahun kedepan, apakah keadaan ini masih sama dengan sekarang atau sudah berubah....semoga saja Desa Romang Tangaya tidak membutuhkan 100 tahun lagi utnung mendapatkan jalanan atau jemabatan yg layak untuk kehidupan mereka yang leih baik.
Kisah Perjuangan Anak-Anak Bangsa Demi Mengejar Ilmu Dan Cita-Citanya Dan Berharap Mereka Bisa Lebih Baik Dari Hari Kemarin.....


NB : Terinspirasi Perjuangan Seorang Anak Desa Romang Tangaya Yang Berusia 10 Tahun, Mengejar Ilmu Dan Cita-Citanya.

4 komentar:

  1. luar biasa aertikelnya,... patut jd bahan renungan,.... ijin share k fb ku y bang,...

    BalasHapus
  2. nice
    bang, ijin ngopy yaaa artikel.a

    BalasHapus
  3. bang, saya ijin copas, sekaligus saya post ulang di kaskus.us

    BalasHapus
  4. makasih buat aspresianya semua dan silahkan di share :D, salam nusantara

    BalasHapus

Followers

Sample Text

Follow The Author